Mitos Nutrisi dan Kesehatan Tulang

Ada banyak informasi yang beredar terkait dengan kesehatan tulang. Mulai dari pentingnya asupan kalsium hingga osteoporosis yang hanya menyerang kalangan usia lanjut. Ternyata, tak semua pendapat yang pernah kita dengar itu terbukti akurat. Sebagian malah hanya mitos.

Yuk, cari tahu fakta di balik 4 mitos seputar kesehatan tulang yang cukup sering kita dengar ini:


Mitos: Kalsium hanya mempunyai satu fungsi bagi tubuh, yaitu untuk memperkuat tulang
Fakta: Sebagian besar kalsium di tubuh memang dipakai untuk membangun dan memperkuat tulang. Itu sebabnya, sebanyak 99 persen kalsium terdapat di tulang. Sementara, sisanya tersebar di sel-sel tubuh dan digunakan untuk mendukung fungsi berbagai organ. Di antaranya, pembekuan darah, pembuluh darah, kontraksi otot, sekresi hormon dan enzim, serta sistem saraf pusat. Bila diperlukan, tubuh akan menarik kalsium dari simpanan yang terdapat di tulang untuk digunakan di jaringan lain. Kalsium juga merupakan mineral yang jumlahnya paling banyak di dalam tubuh. Secara umum, sekitar 2,3% berat badan manusia terdiri dari kalsium.

Mitos: Osteoporosis adalah penyakit yang hanya menyerang kalangan lanjut usia
Fakta: Walaupun kalangan lansia adalah yang paling banyak mengalami pengeroposan tulang, namun bukan berarti penyakit ini tidak bisa menyerang kalangan yang berusia lebih muda. Remaja putri dengan kondisi tertentu, seperti amenorrhea atau anoreksia, juga berisiko untuk mengalami osteoporosis dan fraktur.
Amenorrhea adalah gangguan dalam sistem reproduksi perempuan, sehingga penderitanya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulan. Sementara, anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan berat badan rendah, takut bertambah berat badan, dan keinginan kuat untuk menjadi kurus. Selain itu, mereka yang sedang menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat jenis kortikosteroid dalam jangka waktu panjang atau dosis tinggi, juga memiliki risiko cukup tinggi untuk mengalami osteoporosis.

Mitos: Asupan kalsium yang melebihi kadar normal tidak berbahaya bagi tubuh
Fakta: Kalsium mempunyai banyak fungsi penting selain untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi. Di antaranya, untuk pembekuan darah, transmisi impuls saraf, dan regulasi ritme jantung. Maka, sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian sesuai rekomendasi yang dianjurkan. Bila kadar kalsium di dalam darah melebihi normal, maka bisa terjadi akumulasi kalsium di jaringan ginjal maupun organ lain (kalsifikasi) atau pengerasan di daerah tertentu, sehingga mengganggu fungsi organ yang berada di dekatnya.
Kondisi kelebihan kalsium dalam darah disebut hiperkalsemia. Menurut situs MedlinePlus, kondisi ini sangat langka, dan terjadi pada sekitar 1 persen masyarakat di Amerika Serikat. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi kalsium sesuai takaran yang direkomendasikan, yaitu 1000 mg per hari untuk yang berusia 19-50 tahun dan 1200 mg per hari untuk yang berusia diatas 50 tahun.

Mitos: Nutrisi penting untuk menguatkan tulang hanyalah kalsium dan vitamin D
Fakta: Tubuh memerlukan setidaknya 20 nutrisi pembangun tulang. Ya, selain kalsium dan vitamin D, ada sejumlah nutrisi lain yang juga penting untuk memperkuat tulang. Di antaranya vitamin K, magnesium, tembaga, mangan, dan lain-lain. Seluruh nutrisi ini memiliki fungsi yang saling mendukung dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Vitamin K, membantu protein mengikat kalsium dan mengangkutnya ke tempat yang dibutuhkan di tulang, organ, dan jaringan lainnya.

Referensi:

http://www.healthpedian.org/the-role-of-calcium-in-the-human-body/
http://www.webmd.com/osteoporosis/guide/types-of-osteoporosis#1
http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/bone-health/art-20045060?pg=2
http://healthyeating.sfgate.com/calcium-isnt-always-better-5448.html
https://www.betterbones.com/bone-nutrition/calcium-and-bone/
https://www.womenshealthnetwork.com/osteoporosisandbonehealth/top-myths-about-bone-health.aspx

AUG,8th,2018
Artikel Terkait