Penyebab Osteoporosis

Secara alami, tulang bertumbuh dari waktu ke waktu. Sejak terbentuk semasa janin dalam kandungan, tulang muda tumbuh menggantikan tulang yang menua dan mati. Sepanjang masa pertumbuhan ini, massa tulang ikut mengalami peningkatan dan akan mencapai puncaknya di kisaran usia 30 tahun. Setelahnya, pertumbuhan tulang berjalan lebih lambat dibandingkan matinya tulang, dan akan mengalami penurunan secara perlahan sepanjang sisa hidup kita. Pada perempuan, kondisi penurunan berlangsung lebih cepat pascamenopause, kurang lebih 5 hingga 7 tahun dari awal menopause.

Tulang terdiri dari protein dan kalsium fosfat sebagai mineral pembentuk kekuatan tulang. Salah satu faktor yang mendukung kekuatan tulang adalah sumber makanan dengan kandungan kalsium yang memadai. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis atau pengeroposan tulang. Berikut beberapa faktor penyebab osteoporosis:

• Kekurangan kalsium

Sekitar 99 persen kalsium dalam tubuh disimpan dalam tulang dan gigi. Selebihnya, dimanfaatkan oleh tubuh untuk fungsi lainnya. Kalsium dibutuhkan oleh tulang yang melakukan renovasi (remodeling) setiap harinya. Jika tubuh kekurangan kalsium, proses renovasi pun tak berjalan sempurna. Akibatnya, massa tulang yang diharapkan terbentuk menjadi tak sesuai dengan besaran idealnya. Tabungan kalsium ini menjadi penting saat proses degeneratif berlangsung, termasuk untuk menangkal aneka penyakit dan mendukung proses pengobatan yang berpotensi mengambil kalsium dari dalam tubuh. Kalsium sendiri bisa didapat dari makanan atau dari suplemen yang telah diukur berdasarkan kebutuhan tiap usia.

• Kekurangan vitamin D

Vitamin D merupakan satu-satunya vitamin yang dapat diproduksi oleh tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari. Cara memenuhi kebutuhan vitamin D yang murah meriah adalah dengan berjemur pada jam tertentu untuk memproses pembentukannya di tubuh secara alami. Sisanya bisa diperoleh dari makanan dan minuman yang kaya vitamin D. Kekurangan keduanya? Risiko terkena osteoporosis pun meningkat!

• Rokok

Sejauh ini, institusi dan para peneliti kesehatan mengklaim bahwa rokok adalah sumber aneka macam penyakit yang diderita manusia, meskipun fakta tersebut selalu ditolak oleh para perokok. Salah satu yang menjadi sasaran racun rokok adalah tulang. Kandungan nikotin dalam rokok dapat merapuhkan tulang dan menjadikannya mudah keropos. Dengan kata lain, perokok aktif menanggung risiko besar terkena penyakit osteoporosis.

• Minuman beralkohol

Seperti halnya rokok, fakta bahwa alkohol memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan tulang pun sering diabaikan para penikmatnya. Tubuh sebetulnya memiliki batas toleransi untuk menerima alkohol. Namun, menghindari konsumsi alkohol dianggap sebagai langkah yang lebih baik. Konsumsi alkohol berlebih berpotensi menyebabkan kerapuhan tulang, selain gangguan kesehatan lain seperti penyakit pada lever.

• Minuman berkafein

Fakta ini pun seringkali diragukan. Apalagi, banyak artikel yang memaparkan sejumlah manfaat dari konsumsi kopi, membuat para penikmatnya semakin sulit meninggalkan kebiasaan minum kopi. Sesungguhnya, kebiasaan minum kopi pun bukannya bebas risiko. Sebab, kandungan kafein pada kopi dapat menggerus kalsium dalam tulang dan membuatnya lebih cepat mengalami pengeroposan.

• Kurang olah raga

“Ah, saya tiap hari olah badan, kok. Bekerja di rumah tanpa henti.” Pernyataan itu mungkin cukup sering kita dengar. Padahal, berkegiatan dengan menggerakkan badan tak bisa disamakan dengan berolah raga. Olah raga adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur, sistematis, dan dengan target yang jelas. Selain menyehatkan fisik secara umum, olah raga juga penting untuk menjaga kekuatan tulang.

• Usia

Proses alami menuju tua turut menjadikan tulang melemah. Usia 30 menjadi puncak masa pertumbuhan dan pergantian tulang, yang lantas mengalami kemunduran hingga akhir usia. Pada perempuan, proses kemunduran dipercepat oleh hilangnya hormon estrogen pada masa menopause. Konsekuensi dari pertambahan usia memang tak dapat dilawan, namun bisa dicegah dengan melakukan langkah-langkah penguatan tulang, seperti memenuhi asupan kalsium harian serta rajin berolahraga.

Referensi:

http://www.webmd.com/osteoporosis/features/causes
https://cdn.nof.org/wp-content/uploads/2016/02/Healthy-Bones-for-life-patient-guide.pdf

AUG,8th,2018
Artikel Terkait