Pemeriksaan yang Penting Bagi Pengidap Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tanpa gejala (silent disease). Seringkali, penyakit ini baru ketahuan setelah terjadi fraktur atau patah tulang. Pada tulang belakang, karena kepadatannya terus berkurang, suatu saat tulang dapat kolaps secara spontan atau karena terpicu oleh trauma ringan. Penderita akan merasakan nyeri punggung ketika berdiri atau berjalan.

Setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, rasa sakit akan berangsur menghilang. Namun, meski rasa sakit sudah tak lagi terasa, proses pengeroposan tulang terus berlangsung. Ketika makin banyak tulang belakang yang hancur, terjadi lengkungan pada tulang belakang yang dapat menyebabkan ketegangan otot dan nyeri. Pada saat yang sama, terjadi pula pengeroposan pada tulang lain di tubuh, yang berpotensi memicu kembali terjadinya patah tulang.

Agar patah tulang tak berulang, Anda disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis. Merujuk pada cara penanganan osteoporosis dari National Osteoporosis Foundation, ada serangkaian pengecekan yang dapat Anda lakukan:

Pasca melakukan serangkaian tes, Anda perlu menjalani perawatan lanjutan dan mengikuti saran dokter agar kondisi tulang yang sudah rapuh tidak memburuk. Selain itu, tentu saja dibarengi dengan menjalani pola hidup sehat, makan makanan bernutrisi seimbang, berolah raga, dan mengonsumsi suplemen kalsium jika dibutuhkan.

Referensi:

https://cdn.nof.org/wp-content/uploads/2016/02/Healthy-Bones-for-life-patient-guide.pdf
http://www.webmd.com/osteoporosis/guide/fracture-treatment
http://www.nhs.uk/Conditions/Osteoporosis/Pages/Treatment.aspx

AUG,8th,2018
Artikel Terkait