Osteoporosis Pada Wanita

Salah satu fungsi hormon adalah melindungi perempuan dari berbagai gangguan kesehatan, di antaranya penyakit jantung dan penurunan kepadatan tulang. Alhasil, pascamenopause, saat hormon estrogen mengalami penurunan tajam, perempuan berisiko tinggi untuk menderita berbagai macam gangguan kesehatan serius, tak terkecuali osteoporosis.

Setidaknya ada tiga fakta yang diungkapkan National Osteoporosis Foundation (NOF) dan perlu disadari para perempuan:

Akibat Kekurangan Kalsium

Sebelum memasuki masa menopause, ada masa di mana perempuan berpotensi mengalami kekurangan kalsium, yakni saat hamil dan menyusui. Kekurangan asupan kalsium selama masa kehamilan dan menyusui memaksa bayi untuk mengambil kalsium dari tulang dan gigi ibu. Maka, tak heran jika banyak dijumpai ibu hamil yang menderita sakit gigi semasa hamil dan menyusui.

Kekhawatiran lainnya adalah gangguan pada tulang pascamelahirkan dan menyusui. Namun, jumlah perempuan yang mengalami osteoporosis selama kehamilan atau menyusui memang cukup jarang, meski pernah juga ditemukan kasusnya. Pada kasus-kasus tersebut, kondisi tulang perempuan yang mengalami osteoporosis selama kehamilan atau menyusui dapat kembali pulih usai melahirkan atau setelah menyusui. Meski begitu, ibu hamil atau ibu menyusui tetap disarankan untuk memenuhi kebutuhan kalsium hariannya dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolah raga, beristirahat cukup, dan mengonsumsi suplemen kalsium pendukung jika dibutuhkan.

Lalu, apa yang perlu dilakukan agar terlindungi dari osteoporosis? Massa puncak tulang terjadi pada usia 30 tahun. Jika sudah melewati usia tersebut, yang dapat dilakukan adalah mengurangi faktor risikonya dengan menjalani hidup sehat dan mencukupkan kebutuhan kalsium harian. Begitu osteoporosis mulai menyambangi, tak ada pilihan lain selain melakukan perawatan intensif agar terhindar dari kerusakan tulang yang lebih parah.

Hal penting lainnya adalah bagi para orang tua, yaitu agar mulai mendorong anak-anaknya melakukan tindakan nyata dalam menjaga kesehatan tulang sejak sekarang. Terutama pada anak perempuan, perlu diajak untuk membangun tulang kuat dan dijelaskan pentingnya memiliki tulang sehat bagi kehidupan mereka kelak. Berikan asupan tinggi kalsium dan vitamin D, serta biasakan mereka melakukan aktivitas fisik.

Referensi:

https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/osteoporosis
https://cdn.nof.org/wp-content/uploads/2015/12/Osteoporosis-Fast-Facts.pdf
https://www.iofbonehealth.org/facts-statistics

AUG,8th,2018
Artikel Terkait