Osteoporosis Pada Pria

Bericara tentang osteoporosis, kita langsung berpikir itu adalah penyakitnya orang-orang lansia dan juga perempuan. Faktanya, osteporosis juga dapat dialami oleh orang-orang berusia muda, baik perempuan maupun laki-laki. Ya, meski kasusnya tak banyak, namun osteoporosis juga ditemukan pada pria.

Sebuah situs di Kanada, osteoporosis.ca, melaporkan bahwa dari sekitar 30.000 kasus patah tulang panggul yang ada di Kanada setiap tahunnya, lebih dari seperempatnya terjadi pada pria. Disebutkan pula bahwa lebih banyak pria dibandingkan perempuan yang meninggal akibat patah tulang panggul. Selain itu, sebanyak 37% pria yang mengalami patah tulang panggul meninggal dalam tahun yang sama. Pria juga cenderung lebih membutuhkan perawatan di fasilitas jangka panjang setelah mengalami patah tulang panggul bila dibandingkan dengan perempuan. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan tahun 2006 menunjukkan, kasus osteoporosis pada perempuan menempati angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan pria. Sebagai contoh, kasus osteoporosis pada orang yang berusia 50-an, sebanyak 15,3% penderitanya adalah perempuan, dan 2,8% adalah pria. Lalu, pada mereka yang berusia 60-an, sebanyak 20,3% adalah perempuan, dan penderita pria 2,9%. Pada penderita osteoporosis yang berusia 70-an, sebanyak 36% adalah perempuan, sementara 4,2% adalah pria.

Perlu Tes Kesehatan Tulang

Selama masa kanak-kanak dan remaja, pertumbuhan massa tulang laki-laki dan perempuan relatif sama. Menginjak dewasa, secara umum pria lebih banyak melatih kekuatan tulangnya dibandingkan perempuan. Itulah salah satu alasan massa tulang perempuan lebih cepat keropos dibandingkan pada pria. Namun, memasuki usia 65-70 tahun, peningkatan kehilangan massa tulang laki-laki dan perempuan menjadi seimbang. Meski, pada perempuan angkanya tetap lebih tinggi daripada pria karena kadar hormon estrogen yang secara alamiah menurun pada fase menopause. Penurunan ini mengakibatkan massa tulang perempuan merosot tajam.

Saat memasuki usia 65 tahun inilah para pria disarankan untuk melakukan tes terkait kesehatan tulang. Tujuannya agar tak sampai terjatuh yang berakibat fatal dan menyebabkan patah tulang serius. Dan, jika ditemukan masalah lebih awal, tentunya dapat dilakukan penanganan lebih cepat dan lebih baik. Faktor yang merangsang osteoporosis datang lebih cepat pada pria adalah:

Untuk menjaga tulang tetap sehat, segera ubah kebiasaan buruk terkait dengan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Selain itu, perbaiki pola makan, berolah ragalah secara teratur untuk memberikan beban pada tulang, dan mengonsumsi suplemen kalsium jika dibutuhkan.

Referensi:

http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-osteoporosis.pdf
http://www.osteoporosis.ca/osteoporosis-and-you/men-and-osteoporosis/
https://www.iofbonehealth.org/facts-statistics

AUG,8th,2018
Artikel Terkait