Mencegah Osteoporosis

Kalsium, vitamin, dan olahraga adalah kunci pencegahan osteoporosis. Namun, pencegahan tak bisa dilakukan secara mendadak atau instan. Puncak kepadatan tulang berada di kisaran usia 30 tahun, lalu mulai menurun secara perlahan. Maka, upaya menjaga kesehatan tulang harus dilakukan sejak usia muda. Massa tulang yang ditabung sedari muda ini menjadi penentu terhadap risiko tulang keropos atau patah. Makin banyak tabungan massa tulang, makin rendah pula risiko osteoporosis.

Lalu, apa yang perlu ditabung untuk mendapatkan massa tulang yang memadai? Mengutip situs International Osteoporosis Foundation, ini yang perlu dilakukan oleh anak-anak dan remaja dalam membangun serta menjaga kesehatan tulang sejak dini:

Kalsium terdapat di makanan dan minuman seperti susu, brokoli, bayam, kubis, ikan salmon, ikan sarden, dan kacang-kacangan. Selain itu, untuk mendukung penyerapan kalsium, kita juga memerlukan vitamin D, satu-satunya vitamin yang diproduksi di tubuh manusia dengan bantuan paparan sinar matahari. Vitamin D juga bisa didapat dari makanan seperti telur, minyak ikan kod, ikan laut berlemak (salmon, sarden, tuna), tahu, tempe, tiram, dan lain-lain.

Upaya mencegah osteoporosis sebaiknya dilakukan sejak dini untuk mendapatkan perkembangan massa tulang yang optimal. Meski begitu, tak ada kata terlambat untuk memulai langkah-langkah pencegahan, meski usia sudah jauh melewati fase kanak-kanak ataupun remaja. Cukup awali dengan hidup lebih sehat, berhenti merokok, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, berolah raga secara rutin, dan mengonsumsi suplemen kalsium pendukung jika dibutuhkan.

Referensi:

https://www.iofbonehealth.org/preventing-osteoporosis
www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis-prevention

AUG,8th,2018
Artikel Terkait