Kenali Gejala Osteoporosis Sejak Dini

Osteoporosis adalah penyakit tanpa gejala atau the silent disease. Gangguan baru terasa ketika terjadi patah atau retak tulang. Bila sudah begitu, diperlukan pengobatan secara teratur untuk menanganinya. Kabar baiknya, dengan menyadari adanya gejala tersebut lebih awal, maka proses diagnosis hingga pengobatan pun dapat dilakukan lebih cepat, sehingga gangguan tak makin meluas.

Seperti diketahui, tulang terus bertumbuh pada usia produktif. Pada masa kanak-kanak dan remaja, kecelakaan-kecelakaan ringan tak terlalu berpengaruh terhadap tulang. Terjatuh saat bermain, tersandung, atau memukul benda-benda keras yang mungkin memunculkan trauma ringan hingga sedang, adalah "kecelakaan" yang bisa dibilang wajar. Hanya dibutuhkan waktu sebentar untuk pulih kembali.

Namun, berbeda halnya ketika usia sudah menuju senja, ketika tulang tak lagi bertumbuh, dan sebaliknya sudah terjadi proses degeneratif. Jenis trauma ringan yang sama akan memiliki dampak yang berbeda terhadap kondisi tulang. Karena itulah, orang berusia di atas 50 tahun dan perempuan yang sudah memasuki fase menopause dianjurkan untuk memeriksakan (screening) kondisi tulang secara berkala. Menurut jurnal Osteoporosis International, orang yang harus melakukan screening osteoporosis adalah:

Sebuah penelitian terkait osteoporosis dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2014. Penelitian melibatkan 47.171 perempuan dengan usia sebagian besar di atas 60 tahun, dan tercatat memiliki fraktur (tulang rapuh atau patah). Dari jumlah responden tersebut, kira-kira satu dari lima orang telah didiagnosa menderita osteoporosis dan telah melakukan konsultasi dengan dokter tentang kesehatan tulang mereka. Namun, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Osteoporosis International tersebut menunjukkan, hanya sedikit wanita yang melakukan perawatan lanjutan untuk mencegah terulangnya insiden patah tulang.

Nah, agar tak berada di posisi tersebut, mulailah lakukan langkah-langkah pencegahan osteoporosis sejak sekarang. Konsumsilah makanan yang kaya akan kalsium, penuhi kebutuhan vitamin D, rajin berolahraga, screening osteoporosis, dan minum suplemen kalsium bila memang diperlukan.

Referensi:

http://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis_symptoms_types
https://www.everydayhealth.com/osteoporosis/early-signs-of-osteoporosis.aspx

AUG,8th,2018
Artikel Terkait