Beberapa Cara Penanganan Osteoporosis

Penanganan osteoporosis mencakup olahraga pembebanan yang membuat otot bekerja melawan gravitasi, konsumsi suplemen kalsium dan vitamin D, serta obat-obatan dengan resep dokter. Pengobatan bertujuan untuk memperlambat laju kehilangan massa tulang pada penderita osteoporosis.

Ada dua kategori obat yang umumnya digunakan untuk menangani osteoporosis, yaitu obat-obatan antiresorpsi yang memperlambat kehilangan massa tulang, serta obat-obatan anabolik yang meningkatkan laju pembentukan tulang.

Obat antiresorpsi

Obat-obatan kategori ini berfungsi memperlambat kehilangan massa tulang dalam hal perombakan, yang terjadi dalam siklus remodeling, serta mengurangi risiko fraktur atau tulang patah. Ketika pengidap osteoporosis mengonsumsi obat-obatan jenis ini, laju kehilangan massa tulang menjadi lebih lambat dari sebelumnya, namun, proses pembuatan tulang baru tetap berlangsung dengan kecepatan yang sama. Karenanya, kepadatan tulang bisa meningkat.

Obat anabolik

Obat anabolik berfungsi meningkatkan laju pembentukan tulang. Selain membentuk tulang baru, target obat ini juga menurunkan risiko tulang patah. Obat jenis ini diberikan kepada pria dan perempuan yang telah memasuki usia pascamenopause, memiliki kepadatan tulang sangat rendah, mengalami fraktur, atau memiliki kondisi osteoporosis yang disebabkan oleh obat steroid. Sejauh ini, belum ada temuan riset yang menunjukkan berapa lama obat osteoporosis aman dikonsumsi dan efektif, kecuali untuk teriparatide yang tergolong obat anabolik. Saat ini, menurut FDA, obat teriparatide dapat dikonsumsi selama tidak lebih dari dua tahun.

Terapi hormon

Selain obat, terapi hormon juga kerap menjadi pilihan, meski bukan yang utama.

Wanita pascamenopause memiliki risiko osteoporosis yang lebih tinggi. Estrogen yang kadarnya menurun setelah wanita mengalami menopause, memang melindungi tulang. Sebab itu, terapi hormon menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi osteoporosis. Namun umumnya, terapi ini tidak diterapkan sebagai pilihan pertama. Kenapa? Terapi hormon diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit ini:

Sebagai catatan, obat yang tepat dan efektif bagi satu orang, belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi orang lain. Hal ini karena obat yang sama bisa memberikan respon berbeda. Itu sebabnya, agar efektif, konsultasikan pengobatan osteoporosis dengan dokter Anda. Lamanya waktu pengobatan bersifat individual. Hal ini bergantung pada riwayat medis, riwayat fraktur, serta hasil tes awal dan terbaru untuk kepadatan mineral tulang.
Yang pasti, agar obat yang diberikan dapat bekerja dengan baik, perlu ditambahkan dengan olahraga rutin dan cukup asupan kalsium serta vitamin D.

Referensi:

https://www.nof.org/patients/treatment/
https://my.clevelandclinic.org/health/articles/menopause-and-osteoporosis
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/in-depth/osteoporosis-treatment/art-20046869

AUG,8th,2018
Artikel Terkait