Tes Kepadatan Tulang Bagi Ibu Menyusui

Memang, saat hamil, wanita mengalami risiko penurunan kepadatan tulang. Hal ini terjadi karena bayi yang memerlukan kalsium dalam jumlah banyak mengambil kalsium dari tulang ibu. Terutama bila ibu tidak mendapat cukup asupan kalsium. Namun kondisi ini dapat kembali normal setelah ibu melahirkan dan menyusui.

Sayangnya, pada beberapa kasus bisa jadi seorang ibu hamil mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kondisi membuat tulang rapuh dan mudah patah. Akibatnya ibu bisa mengalami patah tulang ketika hamil atau beberapa saat setelah melahirkan. Meski tulang dapat normal kembali, tetapi tentu kondisi tersebut sangat mengganggu dan membuat ibu tidak nyaman.

Osteoporosis pada ibu hamil umumnya terjadi karena sebelum hamil ibu memiliki massa tulang yang rendah. Mungkin karena penyakit kronis, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau gaya hidup yang tidak baik.

Untungnya, dengan pengonsumsian kalsium yang cukup, baik dari makanan dan suplemen, serta istirahat total, kondisi tulang yang patah pada ibu hamil dapat pulih. Namun kadang diperlukan tes kepadatan tulang untuk mengetahui dengan pasti penyebab tulang patah ketika hamil.

Waktu untuk tes kepadatan tulang

Saat ini prosedur untuk mengukur kepadatan tulang (densitometry) yang kerap digunakan adalah Dual Energy X-ray absotiometry (DEXA). Tes ini menggunakan mesin scan x-ray untuk mengukur kepadatan tulang. Teknik ini dianggap mudah, cepat, dan sama sekali tidak sakit.

Selain itu ada pula single energy x-ray absorptiometry. Prosedur dengan x-ray tunggal ini digunakan untuk mengukur kepadatan tulang pada lengan dan tumit. Ada pula yang menggunakan ultrasound. Teknik ini dapat menginformasikan data tentang struktural tulang.

Prosedur-prosedur untuk mengukur kepadatan tulang memang aman dan tingkat radiasinya sangat kecil. Seperti radiasi yang ada pada lingkungan sehari-hari. Radiasi tes kepadatan tulang lebih kecil dari radiasi rontgen dada.

Meski begitu, ibu hamil tetap perlu waspada. Bila memang tes kepadatan tulang diperlukan, umumnya dokter akan menyarankan ibu hamil untuk melakukan tes ini setelah melahirkan. Untuk benar-benar menghindari janin dari efek radiasi.

Agar pengeroposan tulang dapat dihindari, bila perlu ibu hamil dapat mengonsumsi suplemen kalsium yang sudah terpercaya dan aman bagi ibu hamil. CDR, pelopor suplemen kalsium di Indonesia telah dipercaya selama lebih dari 50 tahun. Selain mengandung kalsium 250 mg, CDR juga mengandung nutrisi lain yang menyehatkan tulang, seperti vitamin C, D, dan B6.

Referensi:

http://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis-diagnosis-tests
https://nos.org.uk/media/1574/pregnancy-associated-osteoporosis.pdf

AUG,8th,2018
Artikel Terkait