Keropos Tulang VS Menyusui

Bagi seorang ibu, menyusui adalah hal yang indah. Menyusui menguatkan keterikatan batin ibu dan buah hati. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui bisa memengaruhi kesehatan tulang. Massa tulang disebut-sebut akan berkurang 3 hingga 5 persen ketika seorang wanita meyusui. Semakin lama mereka menyusui maka semakin menurun pula massa tulangnya.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Gothenburg, Swedia, juga membuktikan hal tersebut. Para peneliti membandingkan kepadatan tulang 95 wanita pada masa kehamilan terakhir hingga 18 bulan setelah melahirkan, dengan wanita yang belum pernah hamil atau menyusui. Hasilnya, empat bulan pertama setelah melahirkan, kepadatan tulang wanita menurun pada pinggul, lumbar tulang belakang, dan tulang kering. Namun keadaan ini hanya terjadi pada wanita yang menyusui setidaknya selama empat bulan.

Penyebabnya

Penurunan kepadatan tulang pada ibu menyusui terjadi karena bayi yang sedang tumbuh membutuhkan kalsium dalam jumlah yang besar. Kalsium tersebut ia dapatkan dari sang ibu. Bila ibu tak memiliki cukup kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambil dari tulang ibu.

Menurunnya kepadatan tulang juga diperkirakan karena ketika menyusui ibu memproduksi lebih sedikit estrogen. Padahal estrogen merupakan hormon yang membantu menjaga kesehatan tulang. Untungnya, para ahli sependapat bahwa kepadatan tulang yang menurun umumnya bisa kembali normal 6 bulan setelah ibu berhenti menyusui. Namun tetap saja, bila ibu tidak mendapat cukup kalsium, sel-sel tulang sulit untuk terbentuk kembali. Akibatnya, wanita jadi berisiko tinggi terkena osteoporosis, yaitu kondisi di mana tulang keropos sehingga rapuh dan mudah patah.

Kembalikan kesehatan tulang

Jangan sampai kondisi menurunnya kepadatan tulang membuat Anda jeri untuk memberi ASI pada buah hati. Anda tetap bisa menyusui, sambil menjaga tulang tetap sehat. Caranya dengan memastikan Anda mendapat cukup kalsium, sehingga mencegah massa tulang berkurang.

Kebutuhan kalsium pada ibu menyusui tentu lebih besar dibanding wanita dewasa biasa, karena ibu juga harus mencukupi kebutuhan kalsium bayinya. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, Kementrian Kesehatan tahun 2013, ibu menyusui membutuhkan kalsium 1.200 - 1.300 mg per hari.

Jumlah ini bisa Anda dapatkan dari makanan sehari-hari yang tinggi kalsium, seperti produk susu dan olahannya, sayuran hijau, dan seafood. Untuk meyakinkan bahwa Anda mendapat cukup kalsium ketika menyusui, bila perlu Anda bisa mengonsumi suplemen kalsium. Pilih suplemen kalsium terpercaya dan aman bagi ibu menyusui, seperti CDR.

Jangan lupa juga untuk rutin berolahraga. Terutama olahraga weight bearing, yaitu olahraga yang membuat Anda bergerak melawan gravitasi. Olahraga tersebut dapat merangsang tulang untuk membentuk sel-sel baru. Jadi, tak usah ragu untuk menyusui hanya karena takut tulang menjadi rapuh.

Referensi:

https://www.niams.nih.gov/Health_Info/Bone/Bone_Health/Pregnancy/default.asp
https://www.fitpregnancy.com/nutrition/postnatal-nutrition/breastfeeding-bad-your-bones

AUG,8th,2018
Artikel Terkait